BISMILLAH
RATAPAN
menggebu rindu meratap
disepanjang perjalanan
berteman labirin tebal
pekatnya gelap
tak kuasa menahan
laju sang waktu
berpacu ku dikegelapan
maya gapai bias cahaya
sebelum usai masa
terseret dalam pusaran
arus nista panas membara
lepaskan belenggu iblis durjana
Dingin kabut dalam
keremangan menunggu pagi
kucari wajah MU
berharap untuk berlindung
dibalik hangat kesejukan
Jubah MU
gemericik suara mata air
dalam riuh lantunan kidung
kalam dan dawam yang
tiada berbilang
hadirkan ribuan tanya
sesakkan dada sentakkan
segenap indera dan rasa
menerkam jiwa yang tengah
lapar dahaga
menghambur isak airmata
terkenang kejahatan yang
tercipta
hadirkan resah ketakutan
yang menggelora
akankah kunikmati indahnya
pelangi cerahnya mentari
disiang hari???
terangkai aksara ciptakan
baris kata
kala selaksa tanya penuhi
rongga dada
enyahkan segala rumus
dan angka
walau sedari maknanya
menghambur kemana-mana
nanar tersudut namun tiada
kan menghujat menggugat
oleng biduk diterpa badai
kehilangan arah
namun tiada kan kehilangan
bentuk bintang rembulan
yang setia biaskan cahaya
dalam daya dan semangat
tersisa
batin mengetuk
qalbu merayu membujuk
Yaa Ismu Rabbik
dipintu MU aku mengetuk
tuntun arah menuju daratanMU
usah biarkan sorak gemuruh
badai hancurkan biduk karam
ditengah samudera dusta
sungguh...
dalam pencarian jawab
selaksa tanya
kuarungi keluasan samudera
dalam lapar dahaga
berharap bersandar biduk
pada daratan dikejauhan sana
untuk kembali lanjutkan
langkah lalui masa
nikmati hari dalam nuansa
cahaya kasih halau kelam
yang selimuti sukma
selaksa tanya terus kuat
bergema
hilangkan nalar
ciptakan resah gelisah
namun...
segenap daya berusaha
untuk terus tersedar
demi bias cahaya nun
dikejauhan sana
No comments:
Post a Comment